Pembinaan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Swasta Oleh Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Jakarta, 19 Oktober 2019

Mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik dan bermutu pada era revolusi industri 4.0 sangatlah berat, menuntut perubahan mendasar baik pada dosen, pegawai, mahasiswa maupun stakeholder lainnya. Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta menyadari betul berbagai tantangan tersebut, sehingga secara berkesinambungan melaksanakan berbagai kegiatan akademik maupun non akademik. Kegiatan Pembinaan PTKHS oleh Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar di Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta menjadi salah satunya. Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan pada hari sabtu, 19 Oktober 2019 bertempat dikampus setempat Jalan Jatiwaringin Jakarta Timur.

Menurut ketua panitia, Dr. Kadek Hemamalini, M.Fil.H., M.Si pelaksanaan pembinaan ini untuk menjadikan kualitas perguruan tinggi kita lebih baik lagi  dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini tentunya juga ditunjang dengan  pelaksanaan mutu internal baik penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan atau yang sering disebut PPEPP.

 Secara operasional, kegiatan ini dijabarkan dalam bentuk pembinaan yang dilakukan secara berkala terkait dengan peningkatan produktivitas, relevansi dan kualitas pendidikan tinggi yang diarahkan kepada peningkatan kontribusi, kualitas, dan relevansi pedoman tri dharma perguruan tinggi yang berfokus pada aspek-aspek: (1) dosen dan tenaga kependidikan, (2) akreditasi program studi, (3) jurnal penelitian berbasis sosioreligius di era digital.

Kegiatan pembinaan ini akan diikuti oleh kurang lebih 50 orang peserta belum termasuk panitia pelaksana, yang terdiri dari Unsur Dosen, Alumni, Mahasiswa, dan Tenaga Kependidikan dengan menghadirkan tiga orang Pembicara (nara sumber) yaitu:

  1. Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si tema materinya Dosen dan  tenaga Kependidikan
  2. Prof. Dr. Dra. Relin DE., M.Ag tema materinya; Akreditasi Prodi
  3. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H tema materinya: Jurnal Penelitian Berbasis Sosioreligius di Era Digital

dengan moderator pada bidang keahliannya, yakni: Dr. I Gusti Ayu Ketut Kurniasari, S.IP., M.Si.

Salah satu narasumber, Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H. dalam pemaparannya menekankan perlunya sikap aktif semua akademisi perguruan tinggi dalam melakukan publikasi ilmiah. Memperhatikan rujukan dalam jurnal ilmiah menjadi penting untuk menghindari adanya plagiarisme dalam penyusunan. Jejaring internasional yang dapat terbangun bisa terjadi apabila jurnal ilmiah banyak dijadikan sumber referensi dan juga dikutip dalam jurnal ilmiah peneliti lain. Bahkan semakin banyak jurnal ilmiah tersebut dikutip oleh peneliti lain, akan semakin tinggi juga reputasi dosen sebagai akademisi. “Hal itu menjadi penting terutama untuk meningkatkan reputasi sebagai dosen,” ungkap pria yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IHDN Denpasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *