MEMADUKAN TEKNOLOGI DAN MEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Ketika melakukan identifikasi terhadap strategi pembelajaran yang akan dipergunakan, maka guru harus memilih dua jenis strategi yang berpusat pada guru atau strategi yang berpusat pada siswa. Pemilihan strategi ini erat kaitannya dengan pemaduan antara teknologi dan media pada sebuah proses pembelajaran. Secara spesifik pemaduan ini menjadi penyajian sebuah konsep dengan menampilkan sebuah vidio atau membaca sebuah kisah, atau menunjukkan bagaimana mengkonjungsikan sebuah kata kerja. Strategi yang berpusat pada siswa merupakan kegiatan yang melibatkan siswa dalam belajar aktif, sedangkan posisi guru lebih pada fasilitator yang akan memastikan tujuan belajar tersebut akan tercapai.

Memadukan teknologi dan media dalam sebuah proses pembelajaran akan memberikan kemudahan dan manfaat tidak hanya kepada para guru namun juga para siswa. Baik guru maupun siswa akan dimudahkan dalam pembelajaran yang menyangkut membaca, menulis, mendengar dan menyimak sebuah materi. Peningkatan kualitas mutu pembelajaran hasil dari memadukan teknologi dan media ini akan memberikan warna bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia dimasa depan.

Pendahuluan

Suatu kemajuan akan dibarengi dengan adanya perubahan. Seiring kemajuan jaman, banyak terjadi perubahan-perubahan di segala aspek dalam masyarakat. Teknologi merupakan aspek yang berkembang pesat mengikuti zaman. Teknologi sendiri memiliki peran penting dalam banyak hal dan disegala bidang kehidupan.

Segala sesuatu yang belum tersentuh teknolgi dikatakan tidak mengikuti arus perkembangan jaman yang terjadi. Pendidikan, sosial, pertanian, ekonomi, budaya jika sudah tersentuk teknologi maka kualitasnya akan semakin tinggi dan produk yang dihasilkan pun akan lebih berkualitas. Teknologi juga dimanfaatkan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Teknologi pendidikan akan membantu semua aspek pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas media yang dihasilkan. Hasil penerapan teknologi dalam ranah pendidikan yaitu kualitas pengetahuan dan keterampilan siswa yang baik serta memiliki daya saing. Berkembangnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan adanya lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata (Rosenberg, 2001),.

Lebih lanjut Rosenberg (2001), menyebutkan bahwa komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Kemajuan teknologi juga akan berdampak dengan keragaman media yang digunakan oleh para tenaga pendidik. Teknologi akan membantu para guru dalam pembuatan media.

Media akan lebih menarik dan variatif apabila guru mampu memanfaatkan teknologi yang ada. Namun guru kurang mampu menguasai teknologi yang tersedia. Cenderung guru yang berusia lanjut, tidak memahami bagaimana peran, fungsi dan manfaat dari teknologi dan media, justru tetap mempertahankan gaya konvensional tanpa menyelipkan unsure kemajuan teknologi di dalamnya.

Pembahasan

Secara umum, pengertian teknologi secara epistemology berasal dari bahasa Yunani, yaitu techne dan logos. Thechne secara harfiah dapat diartikan sebagai cara, pengetahuan, keahlian dan keterampilan. Logos sendiri berarti ilmu. Jadi secara hafiah teknologi dapat diartikan sebagai ilmu untuk menggunakan keahlian. Teknologi juga dapat berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode (Tilaar, 2002 : 67). Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, definisi Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material, dan proses menolong manusia menyelesaikan masalahnya.

Teknologi saat ini banyak digunakan dalam proses pendidikan, baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, dimana tujuannya adalah menghidupkan kreatifitas anak didik dan guru atau tenaga pengajarnya. Teknologi yang dipergunakan dalam Pendidikan sendiri mencakup setiap sarana atau alat yang dapat dipergunakan dalam penyajian informasi yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran ataupun dalam latihan. Secara umum kemudian masyarakat mengenal teknologi pendidikan adalah suatu alat bantu dalam proses pendidikan.

Pada sisi yang lain, teknologi pendidikan merupakan ilmu yang mempelajari suatu design, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, proses, sumber dan sistem yang dilakukan dalam hal pendidikanatau proses pembelajaran. Teknologi pendidikan adalah menunjang kelancaran berjalannya suatu sistem pendidikan. Semakin modern dan canggih teknologi yang digunakan maka semakin terbantulah pendidikan, baik dalam proses pembelajaran maupun sistem pendidikan itu sendiri (Nasution, 1982 : 33).

Selanjutnya jika teknologi pendidikan tersebut diterjemahkan dalam konsep sebua alat atau sarana, maka media pendidikan merupakan salah satu jenis penarik minat dan kosentrasi siswa, agar terjadi suatu kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran menggabungkan pengalaman kongkrit membantu siswa untuk menggabungkan pengalaman-pengalaman sebelumnya sehingga mempermydahkan untuk mempelajari konsep-konsep abstrak yang sulit ditelaah dan direkam dalam memori siswa. Menurut Sharon dan James Russel, terdapat enam kategori dasar media yang digunakan dalam belajar yaitu media dalam bentuk teks, media dalam bentuk audio, media dalam bentuk visual, media dalam bentuk video, media dalam bentuk manifulatif atau objek dan media dalam bentuk teknisi atau human.

Teknologi dan media memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Disaat proses belajar terpusat pada guru, teknologi dan media berperan dalam mendukung penyajian pembelajaran. Disisi lain, ketika proses belajar terpusat pada siswa, siswa akan sebagai pengguna media dan pemanfaat teknologi dan media untuk menyajikan hasil pemikiran, hasil penelitian dan lain sebagainya. Namun pada umumnya, peranan penting teknologi dan media terjadi pada saat pembelajaran terpusat pada guru.

Salah satu peranan dari teknologi dan media adalah untuk melayani perubahan lingkungan pembelajaran. Teknologi akan membantu dalam penyajian media pembelajaran. Secara garis besar, peran teknologi dan media dalam belajar antara lain :

  1. Sebagai Peran Tambahan. Teknologi dan media pembelajaran dalam proses belajar baik di sekolah maupun dirumah memiliki peran yang trategis, salah satunya yaitu berperan sebagai tambahan. Peran tambahan yang dimaksud yaitu menjadi alat pengajaran disamping dari metode ceramah yang dilakukan oleh guru. Teknologi dan media tidak harus setiap saat ada dalam proses pembelajaran, namun pemanfaatannya sangat ditunggu oleh siswa. Teknologi seperti internet tidak mutlak digunakan sebagai sumber belajar, namun hanya sebagai tambahan referensi materi diluar media buku dan materi yang diberikan oleh guru. Sama halnya dengan media, media berperan sebagai tambahan apabila guru memerlukan suatu alat bantu untuk mentrasfer materi kepada siswa.
  2. Sebagai Pelengkap. Teknologi dan media disebut berperan sebagai pelengkap dalam pengertian teknologi sebagai pelengkap yang mendukung pemakaian media dalam proses pembelajaran. Media dikatakan pelengkap dalam hal melengkapi materi yang disampaikan oleh guru dikelas. Teknologi seperti internet dapat berperan dalam pencarian materi tambahan untuk melengkapi materi yang disampaikan oleh guru, begitu pula dengan media akan melengkapi materi-materi yang dikiranya kurang dalam buku.
  3. Sebagai Pengganti. Teknologi dan media dikatakan perperan sebagai pengganti dalam artian, teknologi dan media sebagai pengganti dalam kegiatan belajar jarak jauh. Dewasa ini pemanfaatan teknologi dalam mempermudah kerja manusia mulai digalakkan. Dibeberapa sekolah internasional dan Perguruan Tinggi menerapkan beberapa kegiatan pembelajaran yang bisa dipilih oleh peserta didik antara lain belajar secara konvensional atau tatap muka, belajar dengan tatap muka yang diselingi lagi melalui internet bahkan ada yang menerapkan belajar jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi dan media yang ada. Dalam hal ini, teknologi dan media berperan sebagai pengganti keberadaan guru di dalam kelas.

Guru dan para siswa dapat melakukan proses pembelajaran di tempat yang berbeda atau terpisah jarak yang jauh dengan memanfaatkan teknologi internet atau skype. Peran pengganti juga dapat dilihat pada saat guru menayangkan hasil wawancaranya, atau hasil rekaman argument seorang tokoh atau ahli yang secara fisik tidak dapat hadir di kelas pada saat proses pembelajaran. Teknologi dan media berperan sebagai pengganti fisik seseorang yang diharapkan hadir dalam proses pembelajaran. Jika guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran dengan media (Pidarta, 1997 : 56 – 57). Peran guru dan media pembelajaran akan memotivasi atau mendorong siswa untuk tertarik terhadap mata pelajaran sehingga proses belajar berlangsung secara optimal.

Teknologi sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran, khususnya pada zaman globalisasi dan memasuki Masyarakat Ekonomi Asean saat ini. Teknologi dapat dipergunakan dalam berbagai bidang antara lain bilang pendidikan, ekonomi, sosial, pariwisata, budaya, dan lain sebagainya. Manfaat teknologi dalam belajar antara lain :

  1. Mempermudah pembuatan media pembelajaran
  2. Mempermudah penyampaian media pembelajaran yang disampaikan di kelas
  3. Mempermudah guru dan siswa dalam pencarian sumber belajar lain selain melalui buku dan bahan ajar
  4. Teknologi mempermudah dalam hal penyederhanaan materi yang akan disampaikan, materi dapat disederhanakan melalui bagan, grafik ataupun yang lainnya, tentunya memanfaatkan teknologi dalam pembuatannya

KESIMPULAN

Teknologi pendidikan adalah sebuah cara atau alat untuk mencapai tujuan Pendidikan nasional. Hal ini dapat diraih dengan cara menggunakan alat-alat teknologi yang dihasilkan oleh masyarakat ataupun para ilmuan guna membantu menumbuhkan sekaligus mengembangkan kreatifitas serta olah pikir siswa dalam sebuah sistem Pendidikan, baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Sebagai turunannya, maka media pendidikan merupakan salah satu jenis perangsang bagi siswa agar terjadi suatu kegiatan pembelajaran.

Media pembelajaran menggabungkan pengalaman kongkrit membantu siswa untuk menggabungkan pengalaman-pengalaman sebelumnya sehingga mempermudahkan untuk mempelajari konsep-konsep abstrak yang sulit ditelaah dan direkam dalam memori siswa. Teknologi dan media memiliki peranan yang penting dalam belajar. Ketika pembelajaran terpusat pada guru, teknologi dan media berperan dalam mendukung penyajian pembelajaran.

Disisi lain, ketika pembelajaran yang terpusat pada siswa, siswa akan sebagai pengguna media dan pemanfaat teknologi dan media untuk menyajikan hasil pemikiran, hasil penelitian dan lain sebagainya. Namun pada umumnya, peranan penting teknologi dan media terjadi pada saat pembelajaran terpusat pada guru. Salah satu peranan dari teknologi dan media adalah untuk melayani perubahan lingkungan pembelajaran. Teknologi akan membantu dalam penyajian media pembelajaran.

Daftar Pustaka

Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Nasution, S. 1982. Teknologi Pendidikan. Temmars. Bandung

Pidarta, Made. 1997. Landasan Kependidikan. PT. Rineka Cipta. Jakarta

Sadiman, Arief. 1984. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan

Pemanfaatannya. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Tilaar. 2002. Membenahi Pendidikan Nasional. PT. Rineka Cipta. Jakarta

Rosenberg. 2001. Pengembangan Pendidikan. Pt. Raja Grafindo Persada. Jakarta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *