{"id":326,"date":"2019-10-08T01:56:19","date_gmt":"2019-10-08T01:56:19","guid":{"rendered":"http:\/\/penerbit.org\/?p=326"},"modified":"2019-10-08T01:56:21","modified_gmt":"2019-10-08T01:56:21","slug":"televisi-dan-pengaruhnya-pada-kehidupan-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/2019\/10\/08\/televisi-dan-pengaruhnya-pada-kehidupan-remaja\/","title":{"rendered":"Televisi dan Pengaruhnya Pada Kehidupan Remaja"},"content":{"rendered":"\n<p>Masa <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/tag\/remaja\">remaja<\/a>\n memiliki karakteristik yang tidak sama dengan masa-masa lainnya dalam \nkehidupan manusia. Adanya perbedaan karekteristik tersebut mengharuskan \nbagi setiap orang tua remaja dan setiap pendidik untuk memperhatikan dan\n mempelajarinya dengan baik, sehingga dia (pendidik) dapat melakukan \ntindakan yang bermanfaat bagi anak didiknya (remaja) maupun orang lain \nyang ada di sekitarnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun kehidupan remaja dipenuhi dengan\n berbagai macam problematika, tetapi remaja perlu diberikan pemahaman \ntentang nilai-nilai social dan norma-norma yang mengatur perilaku \nmereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Masa remaja adalah masa pematangan fisik dan &nbsp;jiwa. Masa \ndi mana seluruh anggota badannya telah sempurna dan siap melakukan \ntugasnya. Manusia sangat ingin melampiaskan hawa nafsunya. Ketika lapar,\n maka sangat ingin makan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika\n haus, maka sangat ingin minum. Begitu juga ketika organ reproduksi \ntelah sempurna yang siap melakukan tugasnya, maka muncul keinginan untuk\n melampiaskan. Pada masa inilah remaja mendapatkan cobaan yang berat \ndalam masalah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemajuan teknologi saat ini sangat pesat. Salah satunya keberadaan media elektronik <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/tag\/televisi\">televisi<\/a>\n yang dimiliki hampir setiap keluarga. Oleh karena itu tayangan yang \nditampilkan di televisi tentu berdampak pada perilaku remaja dalam \nkehidupannya baik dalam skala besar maupun dalam skala kecil. Apalagi \ndapat diketahui banyak dan maraknya penyebaran film horor yang banyak \nadegan senonoh dalam pembuatannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih lagi \nsinetron-sinetron cinta yang mengangkat kehidupan remaja jaman sekarang \nyang dibalut dengan adegan-adegan percintaan. Dengan menonton adegan itu\n tentu saja adanya rasa ingin tahu dan merasakan yang dilihatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dampak\n kemajuan teknologi media televisi yang mampu mengubah cara manusia \nmenonton film, memperoleh informasi, menikmati suasana istirahat atau \nmendengarkan musik, namun teknologi terkadang menjadi kawan, tetapi \nkadang kala bisa juga menjadi lawan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi menjadi kawan \nketika kehadirannya memudahkan manusia bekerja memperoleh informasi dan \njuga bersosialisasi. Akan tetapi ketika teknologi sudah mulai mengusik \nprivasi manusia dan melanggar norma-norma, tata nilai dan kepatutan \nsosial, maka teknologi pun mulai menjadi lawan. Persaingan stasiun \ntelevisi yang ada menguntungkan para pemirsanya karena stasiun televisi \nakan bersaing menampilkan acara semenarik mungkin.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, di sisi\n lain akan berdampak negatif ada pemirsa jika stasiun televisi \nmenampilkan hal-hal di luar aturan penyiaran dan melanggar nilai-nilai \nsosial demi meraih minat pemirsanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tayangan yang \nbolehditampilkan di televisisudah di atur oleh Lembaga Penyiaran \nIndonesia. Tayangan yang ditampilkan di dalam televise diharapkan \nmemberikan informasi dan pengetahuan baru untuk masyarakat khususnya \npara remaja. Tayangan yang mengambarkan tentang pergaulan bebas remaja \nsangat dibatasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran \ndan Standar Program siaran Bab VII pasal 19 ayat 1 yang menyatakan \nlembaga penyiaran televise dilarang menyajikan adegan yang menggambarkan\n aktivitas hubungan seks, atau diasosiasikan dengan aktivitas hubungan \nseks atau adegan yang mengesankan berlangsungnya kegiatan hubungan seks,\n baik secara eksplisit dan vulgar.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa stasiun televise \nmengutamakan format acara hiburan yang paling dominan. Kemudian setelah \nhiburan diikuti dengan format acara berita yang ada di setiap stasiun \ntelevisi. Format acara pendidikan dan agama memiliki persentase yang \ncukup kecil di semua stasiun televisi. Hiburan yang disaksikan oleh \nanak-anak dan remaja perlu diawasi oleh orang tua.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Persaingan \nstasiun televise saat ini membuat stasiun televise menayangkan dan \nmengemas acara sebaik mungkin untuk menarik perhatian pemirsa. Tidak \njarang hiburan yang ditampilkan bersinggungan dengan nilai-nilai social \ndan ajaran agama. Orang tua berperan dalam mengarahkan dan menjelaskan \ntayangan yang disaksikan di media televise oleh anak-anaknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Televisi\n bukan lagi menjadi kebutuhan tersier (pelengkap) bagi masyarakat \nkhusunya para remaja, tetapi sudah sebagai kebutuhan sekunder bahkan \nsudah merupakan kebutuhan primer (pokok). Televisi berperan mempengaruhi\n masyarakat untuk membuat perubahan ke depan yang lebih baik. Para \nremaja bisa melihat dunia ini melalui televisi meskipun mereka belum \npernah mendatangi daerah tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan\n televisi diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan membuka wawasan \npara remaja. Televisi sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia dalam \nberinteraksi dengan orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Peranan\n televisi memberikan pengaruh kepada perubahan sosial, cara berfikir, \ngaya hidup, perilaku, dan budaya pada remaja. Televisi dapat dikatakan \nsebagai jendela dunia yang adadi rumah, pesan-pesan dan informasi baik \nyang berupa hiburan maupun pendidikan makin deras membanjiri. \nProgram-program televisi sengaja ataupun tidak mengajak para penonton \nuntuk menirunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun peranan media televisi pada kehidupan remaja dalam menghadapi dunia global antara lain :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Televisi sebagai media komunikasi sekaligus sebagai suatu bisnis yang sangat menguntungkan.<\/li><li>Masyarakat\n banyak memanfaatkan media televisi ini untuk menyajikan pertunjukan \natau tontonan yang digemari masyarakat terutama kalangan remaja tanpa \nmemperdulikan tayangan tersebut berdampak positif atau negatif. Media \ntelevisi juga dimanfaatkan untuk membuka <em>play station<\/em> dimana bisa disewa oleh msyarakat untuk hiburan. <em>Play stasion<\/em>\n ini sangat digemari oleh anak-anak serta remaja, dimana setiap pulang \nsekolah mereka meluangkan waktunya untuk bermain game. Televisi \ndimanfaatkan pula oleh remaja untuk pemutaran DVD tau pun VCD saat \nmereka berkumpul dengan keluarga maupun teman sebayanya.Perilaku remaja \nsecara individual atau sosial memiliki karakteristik yang bisa berubah \ndan berkembang sebagai interaksi dengan lingkungannya. Perubahan \ntersebut bisa bersifat baik dan buruk. Perubahan pada remaja sebagai \nbagian dari masyarakat sosial dipengaruhi oleh informasi yang \nditerimanya. Jumlah dan kualitas informasi yang diterima remaja melalui \ntelevisi akan mempengaruhi pola kehidupannya, baik sebagi individu \nmaupun kelompok masyarakat.<\/li><li>Televisi merupakan media yang sangat ampuh untuk mempengaruhi perilaku.<\/li><li>Upaya\n mengubah perilaku tersebut dengan berupaya membuat orang tahu serta \nsadar akan adanya informasi yang ingin disampaikan, selanjutnya \nmemberikan para penonton menerima atau menolak informasi tersebut. Pesan\n yang ingin disampaikan jauh lebih mudah dipahami para penontonnya jika \ndikemas dalam bentuk hiburan. Hiburan yang disajikan di televisi membuat\n para penonton lebih betah melihat dan berada di depan media televisi \nberjam-jam.Tayangan yang banyak ditampilkan di televisi saat ini berupa \nhiburan, dharma wacana\/dakwah, ilmu pengetahuan dan alat komunikasi. \nTelevisi sebagai sarana hiburan menampilkan acara seperti musik, film, \nkomedi, dan olahraga yang membuat para penonton terhibur. Menonton \ntelevisi mampu meredakan masalah dan merilekskan pikiran setelah \nseharian bekerja. Selain itu, acara yang dipilih tidak membuat \npenasaran.<\/li><li>Televisi sebagai media dakwah<\/li><li>Dimana \nmenyampaikan ilmu-ilmu dan ajaran agama, serta penambah keimanaan dan \nketakwaan. Dakwah untuk menyampaikan ajaran Agama Hindu disampaikan oleh\n para tokoh Hindu dan para sulinggih (pendeta dalam Agama Hindu). Dakwah\n ini disampikan terutama pada hari-hari besar keagamaan atau ritual \nkeagamaan. Televisi menayangkan program-proram keagamaan, baik film, \nsinetron, musik, dan ceramah-ceramah yang telah dikolaborasikan dengan \niklan keagamaan atau acara lain.<\/li><li>Televisi sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan<\/li><li>Dimana\n program yang ditampilkan juga menambah ilmu pengetahan masyarakat. \nSeperti program discovery, pengobatan, kesehatan dan cerdas cermat. \nBerita peristiwa kejadian alam yang marak terjadi di berbagai belahan \ndunia memberikan wawasan pengetahuan yang baru.<\/li><li>Televisi sebagai alat komunikasi masyarakat yang bisa menginformasikan apa yang dimiliki.<\/li><li>Sumber\n daya alam budaya yang khas dan produk-produk kerajinan yang dihasilkan \nmasyarakat yang dimiliki oleh suatu masyarakat dapat ditawarkan melalui \nmedia televisi kepada masyarakat luar atau dunia luar.Media televisi \ntelah mempengaruhi pola pikir dan perubahan bentuk masyarakat. Media \ntelevisi tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi atau \nhiburan, tetapi juga ilusi dan fantasi yang belum tersentuh dengan alat \nkomunikasi tradisional. Media televisi telah memberikan kepuasan melalui\n kesenangan dan hiburan. Pada saat seseorang mengalami frustasi, \ntelevisi memberikan kesempatan untuk melarikan diri dari kenyataan. \nTelevisi bisa menjadi sahabat dan pada akhirnya dapat mengubah sistem \ntatanan sosial kehidupan masyarakat.<\/li><li>Masyarakat yang baru \nmendapat informasi berada dalam posisipemegang kendali media televisi, \nnamun pada kenyataanya yang terjadi di masyarakat adalah media yang \nmengendalikan opini masyarakat sehingga kehidupan sosial berubah \nmengikuti pesan yang disampaikan media televisi. Kemajuan media televisi\n memudahkan untuk mendapatkan informasi. Semakin cepat masyarakat \nmengakses informasi maka akan membuat masyarakat semakin cerdas dan \nterampil. Namun, jika masyarakat tidak bisa memilih dan menyaring \ninformasi yang sesuai dengan kultur sosialnya maka kehidupan sosial \nmasyarakat akan terbawa oleh arus media tersebut.<\/li><li>Budaya suatu \ntempat, lahir dari kebiasaan atau tradisi masyarakat. Budaya suatu \ntempat dapat berubah mengikuti perkembangan masyarakat. Masyarakat dapat\n memanfaatkan informasi dari televisi sebagai sarana hiburan. Pada saat \nmasyarakat terlena dengan tayangan di televisi maka budaya masyarakat \nakan mengikuti budaya yang ditampilkan di televisi.<\/li><li>Remaja yang \npenuh dengan rasa ingin tahu dan mencoba hal-hal yang baru dengan mudah \nakan terpengaruh dan mengikuti budaya-budaya baru yang ditayangkan di \ntelevisi. Keinginan mencoba dan menyesuaikan dengan budaya yang ada akan\n semakin besar agar tidak dikatakan ketinggalan jaman, tanpa melihat \nbudaya yang ingin diterapkan itu sesuai atau tidak dengan budaya yang \ntelah ada di masyarakat.<\/li><li>Remaja yang baru beranjak dewasa sering\n memiliki keinginan untuk meniru bagaimana seorang remaja berpakaian \nseperti tokoh dalam iklan atau seorang anak ingin memiliki alat \npermainan, tetapi kemampuan untuk membeli tidak ada, maka rental \npenyewaan menjadi tujuan.Iklan di televisi yang memperlihatkan keindahan\n tubuh perempuan atau simbol-simbol seks akan memberikan pengaruh pada \nperilaku masyarakat. Produk-produk yang tidak ada hubungannya dengan \ntubuh atau seks dikemas sedemikian rupa dengan bumbu seks.Perilaku \nmasyarakat yang menghormati perempuan saat ini menjadi berubah dimana \nperempuan ditampilkan begitu terbuka dan bebas untuk memamerkannya. \nIklan seperti itu akan merubah moral dan perilaku masyarakat untuk \nmenirunya terutama kalangan remaja. Remaja saat ini banyak memakai \npakaian yang minim, ketat dan memperlihatkan bagian tubuhnya karena \nmeniru mode yang diperagakan oleh suatu produk.<\/li><li>Tayangan yang \nbersifat fulgar ataupun tayangan yang menggambarkan rangkaian aktivitas \nke arah hubungan seks membuat para remaja yang penuh dengan rasa ingin \ntahu menjadi penasaran dan keinginan untuk mencoba. Hal seperti ini yang\n perlu diwaspadai karena dapat mengarah pada perilaku remaja yang bebas.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Agama Hindu mengajarkan tentang <em>dharma, artha, kama,<\/em> dan <em>moksa<\/em> yang disebut dengan <em>caturpurusaartha<\/em>,\n empat tujuan hidup manusia yang sangat erat kaitannya dengan jenjang \nkehidupan manusia. Dalam fase perkembangan kehidupan manusia, sudah \nmerupakan suatu kodrat manusia dari masa bayi, masa anak-anak, masa \nremaja, masa dewasa, masa tua, sampai kembali keasal mula. Masa remaja \ninilah mengalami perubahan fisik dan perubahan perasaan baik wanita \nmaupun pria, perubahan yang sangat menonjol adalah perubahan nafsu atau \nkeinginan (<em>kama<\/em>). Pada masa inilah yang disebut masa puber. <em>Kama&nbsp;<\/em>berarti: nafsu atau keiginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. <em>Dharma&nbsp;<\/em>merupakan hokum dari segala aspek kemanusiaan. Seperti diuraikan dalam Sloka 12 Kitab <em>Sarasamuccaya&nbsp;<\/em>yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kamarthaulipsamnastudharmmamevditacaret,<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nahidharmmdapetyrthahkmovapikadcana<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>(Kajeng, 1999:16)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Padahakekatnya,\n jika artha dan kama dituntut maka seharusnya dharma hendaknya dilakukan\n terlebih dulu; tak tersansikan lagi, pasti akan diperoleh artha dan \nkama itu nanti; tidak ada artinya jika artha dan kama itu diperoleh \nmenyimpang dari dharma.<\/p>\n\n\n\n<p>Sloka tersebut menggambarkan tentang keutamaan dharma dalam kehidupan dan dalam mencari artha dan <em>kama<\/em>\/\n keinginan tersebut. Pada masa remaja timbul keinginan pria dan wanita \nsebagai lawan jenis untuk saling mencintai, dalam proses ini disebut \ndengan masa pacaran. Oleh sebab itulah berpacaran yang sehat adalah \nberpacaran menurut susastra Hindu.<\/p>\n\n\n\n<p>Penerapan dan pemahaman tentang ajaran agama perlu lebih ditekankan. Ajaran Agama Hindu mengajarkan tentang <em>dharma&nbsp;<\/em>yaitu mengajarkan tentang kebenaran. Segala sesuatu yang dilakukan jika didasarkan pada ajaran <em>dharma<\/em>\n maka hasilnya pun akan baik. Agama mempunyai peranan yang ampuh dan \nbegitu besar bagi masyarakat karena agama memberikan bimbingan dalam \nhidup, agama menolong dalam menghadapi kesukaran yang dialami, dan agama\n memberikan ketentraman batin. Agama merupakan sumber ketentraman dalam \nhidup ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemajuan teknologi saat ini sangat pesat. Salah satunya\n keberadaan media elektronik televisi yang dimiliki hampir setiap \nkeluarga. Oleh karena itu tayangan yang ditampilkan di televisi tentu \nberdampak pada perilaku remaja dalam kehidupannya baik dalam skala besar\n maupun dalam skala kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Televisi\n sebagai media komunikasi sekaligus sebagai suatu bisnis yang sangat \nmenguntungkan. Masyarakat banyak memanfaatkan media televisi ini untuk \nmenyajikan pertunjukan atau tontonan yang digemari masyarakat terutama \nkalangan remaja tanpa memperdulikan tayangan tersebut berdampak positif \natau negatif. Adapun peranan media televisi pada kehidupan remaja dalam \nmenghadapi dunia global antara lain : 1) Televisi sebagai media \nkomunikasi sekaligus sebagai suatu bisnis yang sangat menguntungkan, 2) \nTelevisi merupakan media yang sangat ampuh untuk mempengaruhi perilaku, \n3) Televisi sebagai media dakwah, 4) Televisi sebagai salah satu sumber \nilmu pengetahuan, 5) Televisi sebagai alat komunikasi masyarakat yang \nbisa menginformasikan apa yang dimiliki.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masa remaja memiliki karakteristik yang tidak sama dengan masa-masa lainnya dalam kehidupan manusia. Adanya perbedaan karekteristik tersebut mengharuskan bagi setiap orang tua remaja dan setiap pendidik untuk memperhatikan dan mempelajarinya dengan baik, sehingga dia (pendidik) dapat melakukan tindakan yang bermanfaat bagi anak didiknya (remaja) maupun orang lain yang ada di sekitarnya.&nbsp; Meskipun kehidupan remaja dipenuhi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326"}],"collection":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=326"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":327,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326\/revisions\/327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}