{"id":152,"date":"2019-08-23T07:42:31","date_gmt":"2019-08-23T07:42:31","guid":{"rendered":"http:\/\/penerbit.org\/?p=152"},"modified":"2019-09-25T06:14:19","modified_gmt":"2019-09-25T06:14:19","slug":"wppaj","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/2019\/08\/23\/wppaj\/","title":{"rendered":"Workshop Pendampingan dan Percepatan Akreditasi Jurnal Ilmiah"},"content":{"rendered":"\n<p>Kebutuhan jurnal ilmiah terakrditasi dan internasional bereputasi saat ini terus meningkat seiring dengan kebijakan kelulusan magister, dan kenaikan jabatan dosen dari lektor sampai guru besar harus menerbitkan artikel di jurnal ilmiah terakreditasi maupun jurnal internasional. Peningkatan kualitas dan kuantitas jurnal\nterakreditasi nasional dan jurnal internasional bereputasi ini menjadi sesuatu\nyang penting dalam rangka mewujudkan perguruan tinggi menjadi universitas\nriset. Peningkatan kualitas jurnal ini menjadi penting karena menjadi media\ndiseminasi untuk proses hilirisasi hasil-hasil penelitian sebagaimana\ndiamanatkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Disamping\npeningkatan jumlah dan kualitas riset di Indonesia, perlu dikembangkan juga\nmedia publikasi ilmiahnya agar artikel-artikel yang dihasilkan dari riset\ntersebut tidak semuanya diajukan ke jurnal di luar negeri saja, tetapi juga\ndidiseminasi di jurnal-jurnal yang diterbitkan di Indonesia. Di sisi lain,\npeningkatan aksesibilitas laman jurnal ilmiah di Indonesia menjadi sangat\npenting pada era global saat ini, untuk mendapatkan dampak ilmiah yang signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Peningkatan aksesibilitas laman jurnal ini dapat\ndipantau dengan naiknya jumlah pengunjung unik laman dari waktu ke waktu yang\ndapat diartikan sebagai jumlah oplah, sehingga <em>visibility<\/em> dan dampak ilmiah di mesin pencari dan pengindeks,\nmisalnya: Google Scholar, Scopus, dan lainnya, semakin meningkat. Selain itu,\npeningkatan aksesibilitas ini juga dimonitor dari jumlah halaman dan jumlah\ndokumen PDF artikel jurnal daring yang tersedia dan tertangkap oleh mesin\npencari. Jumlah dampak ilmiah jurnal di pengindeks Scopus juga dipantau secara\nkontinyu. Dengan semakin banyaknya jurnal di Indonesia yang menyediakan <em>fulltext <\/em>artikelnya secara daring, maka\npeluang untuk terindeksasinya jurnal tersebut di mesin pengindeks jurnal,\nmisalnya: Google Scholar, DOAJ, CABI, EBSCO, SCOPUS, Pubmed, ESCI-WoS, dan\nlain-lain, semakin bertambah. Dampak utama dari makin banyaknya jurnal-jurnal\nterindeks di pengindeks tersebut akan meningkatkan jumlah sitasi, nilai\nh-index, dan nilai faktor dampak dari jurnal-jurnal tersebut. Parameter-parameter\ntersebut merupakan indikator utama capaian kualitas jurnal ilmiah. Muara akhir\ndari sitasi ini adalah hilirisasi teknologi hasil riset ke pengguna teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam rangka mendorong percepatan jumlah jurnal ilmiah terakreditasi nasional maka pada tahun 2019 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (melalui Pendanaan BOPTN yang dikelola oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan) melaksanakan kegiatan Workshop Pendampingan dan Percepatan Penilaian Akreditasi Jurnal bagi jurnal yang terbit di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Workshop tersebut dilaksanakan dengan kerjasama Perkumpulan Pengelola Jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PPJ-PTKH) dengan Universitas Warmadewa. Menurut Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H. selaku Ketua PPJ-PTKH manfaat workshop ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengevaluasi kesiapan jurnal yang akan mengajukan akreditasi sehingga dapat mengoptimalkan hasil akreditasi dan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas jurnal di penerbitan berikutnya. Selain itu akan dilakukan percepatan penilaian akreditasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Workshop sendiri dilaksanakan pada tanggal 22 s.d. 24 Agustus 2019 bertempat di Grand Mega Resort and Spa Bali Jl. By Pass Ngurah Rai No. 234, Simpang Siur Kuta \u2013 Bali dengan diikuti oleh 40 pengelola jurnal dari perbagai perguruan tinggi di Bali, NTB, NTT, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebutuhan jurnal ilmiah terakrditasi dan internasional bereputasi saat ini terus meningkat seiring dengan kebijakan kelulusan magister, dan kenaikan jabatan dosen dari lektor sampai guru besar harus menerbitkan artikel di jurnal ilmiah terakreditasi maupun jurnal internasional. Peningkatan kualitas dan kuantitas jurnal terakreditasi nasional dan jurnal internasional bereputasi ini menjadi sesuatu yang penting dalam rangka mewujudkan perguruan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":290,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152"}],"collection":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":291,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152\/revisions\/291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/290"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}