{"id":109,"date":"2019-01-11T06:01:46","date_gmt":"2019-01-11T06:01:46","guid":{"rendered":"http:\/\/penerbit.online\/?p=109"},"modified":"2019-09-25T06:20:21","modified_gmt":"2019-09-25T06:20:21","slug":"memadukan-teknologi-dan-media-dalam-proses-pembelajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/2019\/01\/11\/memadukan-teknologi-dan-media-dalam-proses-pembelajaran\/","title":{"rendered":"Memadukan Teknologi Dan Media Dalam Proses Pembelajaran"},"content":{"rendered":"\n<p>Ketika melakukan identifikasi terhadap strategi pembelajaran yang akan\ndipergunakan, maka guru harus memilih dua jenis strategi yang berpusat pada\nguru atau strategi yang berpusat pada siswa. Pemilihan strategi ini erat\nkaitannya dengan pemaduan antara teknologi dan media pada sebuah proses\npembelajaran. Secara spesifik pemaduan ini menjadi penyajian sebuah konsep\ndengan menampilkan sebuah vidio atau membaca sebuah kisah, atau menunjukkan\nbagaimana mengkonjungsikan sebuah kata kerja. Strategi yang berpusat pada siswa\nmerupakan kegiatan yang melibatkan siswa dalam belajar aktif, sedangkan posisi\nguru lebih pada fasilitator yang akan memastikan tujuan belajar tersebut akan\ntercapai.<\/p>\n\n\n\n<p>Memadukan teknologi dan media dalam sebuah proses pembelajaran akan\nmemberikan kemudahan dan manfaat tidak hanya kepada para guru namun juga para\nsiswa. Baik guru maupun siswa akan dimudahkan dalam pembelajaran yang\nmenyangkut membaca, menulis, mendengar dan menyimak sebuah materi. Peningkatan\nkualitas mutu pembelajaran hasil dari memadukan teknologi dan media ini akan\nmemberikan warna bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia dimasa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendahuluan <\/p>\n\n\n\n<p>Suatu kemajuan akan\ndibarengi dengan adanya perubahan. Seiring kemajuan jaman, banyak terjadi perubahan-perubahan di segala\naspek dalam masyarakat. Teknologi merupakan\naspek yang berkembang pesat mengikuti zaman. Teknologi sendiri memiliki peran penting dalam banyak\nhal dan disegala bidang kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Segala sesuatu yang\nbelum tersentuh teknolgi dikatakan tidak mengikuti arus perkembangan jaman yang\nterjadi. Pendidikan, sosial, pertanian, ekonomi, budaya jika sudah tersentuk\nteknologi maka kualitasnya akan semakin tinggi dan produk yang dihasilkan pun\nakan lebih berkualitas. Teknologi juga dimanfaatkan dalam penyelenggaraan\npendidikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi pendidikan\nakan membantu semua aspek pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas\npelayanan dan kualitas\nmedia yang dihasilkan. Hasil penerapan teknologi dalam ranah\npendidikan yaitu kualitas\npengetahuan dan keterampilan siswa yang baik serta memiliki daya saing. Berkembangnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan\nadanya\nlima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke\npenampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke\n\u201con line\u201d atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5)\ndari waktu siklus ke waktu nyata (Rosenberg, 2001),. <\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut Rosenberg (2001), menyebutkan bahwa komunikasi sebagai media\npendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon,\nkomputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa\ntidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan\nmenggunakan media-media tersebut. Kemajuan teknologi juga akan berdampak dengan\nkeragaman media yang digunakan oleh para tenaga pendidik. Teknologi akan\nmembantu para guru dalam pembuatan media. <\/p>\n\n\n\n<p>Media akan lebih\nmenarik dan variatif apabila guru mampu memanfaatkan teknologi yang ada. Namun\nguru kurang mampu menguasai teknologi yang tersedia. Cenderung guru yang\nberusia lanjut, tidak memahami bagaimana peran, fungsi dan manfaat dari\nteknologi dan media, justru tetap mempertahankan gaya konvensional tanpa\nmenyelipkan unsure kemajuan teknologi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Pembahasan <\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, pengertian teknologi secara epistemology berasal dari bahasa\nYunani, yaitu techne dan logos. Thechne secara harfiah dapat diartikan sebagai\ncara, pengetahuan, keahlian dan keterampilan. Logos sendiri berarti ilmu. Jadi\nsecara hafiah teknologi dapat diartikan sebagai ilmu untuk menggunakan\nkeahlian. Teknologi juga\ndapat berarti\nsuatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode (Tilaar, 2002 : 67). Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia,\ndefinisi Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material,\ndan proses menolong manusia menyelesaikan masalahnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi saat ini banyak digunakan dalam proses pendidikan, baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun\npendidikan nonformal, dimana tujuannya adalah menghidupkan kreatifitas\nanak didik dan guru atau tenaga pengajarnya. Teknologi yang dipergunakan dalam Pendidikan sendiri mencakup setiap sarana atau alat\nyang dapat dipergunakan\ndalam penyajian informasi yang akan\ndisampaikan dalam proses pembelajaran ataupun dalam latihan. Secara umum kemudian masyarakat mengenal teknologi\npendidikan adalah suatu alat bantu dalam proses pendidikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada sisi yang lain, teknologi pendidikan merupakan ilmu\nyang mempelajari suatu design, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan,\npenilaian, proses, sumber dan sistem yang dilakukan dalam hal pendidikanatau proses\npembelajaran. Teknologi pendidikan adalah menunjang kelancaran berjalannya\nsuatu sistem pendidikan. Semakin modern dan canggih teknologi yang digunakan\nmaka semakin terbantulah pendidikan, baik dalam proses pembelajaran maupun\nsistem pendidikan itu sendiri (Nasution, 1982 : 33).<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya jika teknologi pendidikan tersebut diterjemahkan dalam konsep\nsebua alat atau sarana, maka media pendidikan merupakan salah\nsatu jenis penarik minat dan\nkosentrasi siswa,\nagar terjadi suatu kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran menggabungkan\npengalaman kongkrit membantu siswa untuk menggabungkan pengalaman-pengalaman\nsebelumnya sehingga mempermydahkan untuk mempelajari konsep-konsep abstrak yang\nsulit ditelaah dan direkam dalam memori siswa. Menurut Sharon dan James Russel,\nterdapat enam kategori dasar media yang digunakan dalam belajar yaitu media\ndalam bentuk teks, media dalam bentuk audio, media dalam bentuk visual, media\ndalam bentuk video, media dalam bentuk manifulatif atau objek dan media dalam\nbentuk teknisi atau human. <\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi dan media\nmemiliki peranan yang penting dalam proses\npembelajaran. Disaat proses belajar terpusat pada guru, teknologi dan\nmedia berperan dalam mendukung penyajian pembelajaran. Disisi lain, ketika proses belajar terpusat pada siswa, siswa\nakan sebagai pengguna media dan pemanfaat teknologi dan media untuk menyajikan\nhasil pemikiran, hasil penelitian dan lain sebagainya. Namun pada umumnya,\nperanan penting teknologi dan media terjadi pada saat pembelajaran terpusat\npada guru. <\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu peranan dari\nteknologi dan media adalah untuk melayani perubahan lingkungan pembelajaran.\nTeknologi akan membantu dalam penyajian media pembelajaran. Secara garis besar,\nperan teknologi dan media dalam belajar antara lain :<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Sebagai\n     Peran Tambahan.\n     Teknologi dan media pembelajaran dalam proses belajar baik di sekolah\n     maupun dirumah memiliki peran yang trategis, salah satunya yaitu berperan\n     sebagai tambahan. Peran tambahan yang dimaksud yaitu menjadi alat\n     pengajaran disamping dari metode ceramah yang dilakukan oleh guru.\n     Teknologi dan media tidak harus setiap saat ada dalam proses pembelajaran,\n     namun pemanfaatannya sangat ditunggu oleh siswa. Teknologi seperti\n     internet tidak mutlak digunakan sebagai sumber belajar, namun hanya\n     sebagai tambahan referensi materi diluar media buku dan materi yang\n     diberikan oleh guru. Sama halnya dengan media, media berperan sebagai\n     tambahan apabila guru memerlukan suatu alat bantu untuk mentrasfer materi\n     kepada siswa. <\/li><li>Sebagai\n     Pelengkap.\n     Teknologi dan media disebut berperan sebagai pelengkap dalam pengertian teknologi\n     sebagai pelengkap yang mendukung pemakaian media dalam proses pembelajaran.\n     Media dikatakan pelengkap dalam hal melengkapi materi yang disampaikan\n     oleh guru dikelas. Teknologi seperti internet dapat berperan dalam\n     pencarian materi tambahan untuk melengkapi materi yang disampaikan oleh\n     guru, begitu pula dengan media akan melengkapi materi-materi yang\n     dikiranya kurang dalam buku. <\/li><li>Sebagai\n     Pengganti.\n     Teknologi dan media dikatakan perperan sebagai pengganti dalam artian,\n     teknologi dan media sebagai pengganti dalam kegiatan belajar jarak jauh.\n     Dewasa ini pemanfaatan teknologi dalam mempermudah kerja manusia mulai\n     digalakkan. Dibeberapa sekolah internasional dan Perguruan Tinggi\n     menerapkan beberapa kegiatan pembelajaran yang bisa dipilih oleh peserta\n     didik antara lain belajar secara konvensional atau tatap muka, belajar\n     dengan tatap muka yang diselingi lagi melalui internet bahkan ada yang\n     menerapkan belajar jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi dan media yang\n     ada. Dalam hal ini, teknologi dan media berperan sebagai pengganti\n     keberadaan guru di dalam kelas. <\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Guru dan para siswa dapat melakukan proses\npembelajaran di tempat yang berbeda atau terpisah jarak yang jauh dengan\nmemanfaatkan teknologi internet atau skype. Peran pengganti juga dapat dilihat\npada saat guru menayangkan hasil wawancaranya, atau hasil rekaman argument\nseorang tokoh atau ahli yang secara fisik tidak dapat hadir di kelas pada saat\nproses pembelajaran. Teknologi dan media berperan sebagai pengganti fisik\nseseorang yang diharapkan hadir dalam proses pembelajaran. Jika guru\nmemanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran\ndengan media (Pidarta, 1997 : 56 &#8211; 57).\nPeran guru dan media pembelajaran akan memotivasi atau mendorong siswa untuk\ntertarik terhadap mata pelajaran sehingga proses belajar berlangsung secara\noptimal. <\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran, khususnya pada zaman globalisasi dan\nmemasuki Masyarakat Ekonomi Asean saat ini. Teknologi dapat dipergunakan dalam berbagai bidang antara lain bilang\npendidikan, ekonomi, sosial, pariwisata, budaya, dan lain sebagainya. Manfaat\nteknologi dalam belajar antara lain : <\/p>\n\n\n\n<ol><li>Mempermudah pembuatan media pembelajaran <\/li><li>Mempermudah penyampaian media pembelajaran yang disampaikan di kelas <\/li><li>Mempermudah  guru dan siswa dalam pencarian sumber belajar lain selain melalui buku dan bahan ajar <\/li><li>Teknologi mempermudah dalam hal penyederhanaan materi yang akan disampaikan, materi dapat disederhanakan melalui bagan, grafik ataupun yang lainnya, tentunya memanfaatkan teknologi dalam pembuatannya <\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>KESIMPULAN <\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi pendidikan\nadalah sebuah cara atau alat\nuntuk mencapai\ntujuan Pendidikan nasional. Hal ini\ndapat diraih dengan cara menggunakan alat-alat teknologi yang\ndihasilkan oleh masyarakat\nataupun para ilmuan guna membantu menumbuhkan sekaligus mengembangkan kreatifitas serta olah pikir siswa dalam sebuah\nsistem Pendidikan, baik pendidikan\ninformal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal.\nSebagai turunannya, maka media pendidikan\nmerupakan salah satu jenis perangsang bagi siswa agar terjadi suatu kegiatan\npembelajaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Media pembelajaran menggabungkan pengalaman kongkrit membantu siswa untuk menggabungkan pengalaman-pengalaman sebelumnya sehingga mempermudahkan untuk mempelajari konsep-konsep abstrak yang sulit ditelaah dan direkam dalam memori siswa. Teknologi dan media memiliki peranan yang penting dalam belajar. Ketika pembelajaran terpusat pada guru, teknologi dan media berperan dalam mendukung penyajian pembelajaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Disisi lain, ketika\npembelajaran yang terpusat pada siswa, siswa akan sebagai pengguna media dan\npemanfaat teknologi dan media untuk menyajikan hasil pemikiran, hasil\npenelitian dan lain sebagainya. Namun pada umumnya, peranan penting teknologi\ndan media terjadi pada saat pembelajaran terpusat pada guru. Salah satu peranan\ndari teknologi dan media adalah untuk melayani perubahan lingkungan\npembelajaran. Teknologi akan membantu dalam penyajian media pembelajaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Daftar Pustaka<\/p>\n\n\n\n<p>Arsyad, Azhar.\n2003. Media Pembelajaran. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta<\/p>\n\n\n\n<p>Nasution, S.\n1982. Teknologi Pendidikan. Temmars. Bandung<\/p>\n\n\n\n<p>Pidarta, Made.\n1997. Landasan Kependidikan. PT. Rineka Cipta. Jakarta<\/p>\n\n\n\n<p>Sadiman,\nArief. 1984. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan<\/p>\n\n\n\n<p>Pemanfaatannya.\nPT. Raja Grafindo Persada. Jakarta<\/p>\n\n\n\n<p>Tilaar. 2002.\nMembenahi Pendidikan Nasional. PT. Rineka Cipta. Jakarta<\/p>\n\n\n\n<p>Rosenberg. 2001.\nPengembangan Pendidikan. Pt. Raja Grafindo Persada. Jakarta<\/p>\n\n\n\n<p><br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika melakukan identifikasi terhadap strategi pembelajaran yang akan dipergunakan, maka guru harus memilih dua jenis strategi yang berpusat pada guru atau strategi yang berpusat pada siswa. Pemilihan strategi ini erat kaitannya dengan pemaduan antara teknologi dan media pada sebuah proses pembelajaran. Secara spesifik pemaduan ini menjadi penyajian sebuah konsep dengan menampilkan sebuah vidio atau membaca [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":295,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109"}],"collection":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":296,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions\/296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}